Alhamdulillah segala puji bagi
Allah yg telah memberikan ni’mat sehat dan sempat kepada kita ni’mat inilah
yang telah banyak dilalaikan manusia. Aku bersaksi tiada Tuhan yg wajib
disembah kecuali Allah. Tiada sekutu baginya. Dialah yg memiliki kerajaan
langit dan bumi. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad saw adl utusan Allah.
Semoga shalawat dan salam selalu tercurahkan kepadanya kepada sahabat dan
kepada kerabatnya.
Masyarakat nampaknya sudah sangat
jenuh dengan realita yang dilakukan sebagian actor pemimpin negeri ini yang selalu
berganti-ganti semenjak orde baru sampai sekarang yang berusaha menghancurkan
negeri ini dengan memakan kekayaan milik rakyatnya sendiri. Adanya KPK pun
nampaknya belum membuat jera tikus-tikus negeri ini.
Begitu besar harapan yang muncul
dari berbagai elemen masyarakat kepada sosok presiden yang baru seakan akan
membawa fisi reformasi yang begitu besarnya dan siap menghadapi badai yang menerjang
kapan saja.
Apakah penyelesaian kebejatan
perilaku sebagian pemimpin negeri ini hanya cukup dengan hukuman bagi pelaku
saja?, tentu saja tidak, pelaku hanyalah akibat dari suatu proses dan yang jauh
lebih penting adalah bagaimana membuat suatu prose itu semaksimal mungkin
meskipun banyak hambatanya, sebagaimana yang telah dituturkan Aristoteles: “Akar dari pendidikan adalah pahit, namun
buahnya manis”.
Dengan demikian haruslah
menjadikan manusia-manusia super dinegeri ini semenjak dini dengan pendidikan
yang terbaik dimulai dari keluarga, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda:
“.Tiada seorangpun yang dilahirkan kecuali dilahirkan pada fithrah (Islam)nya. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi”. [HR. al-Bukhâri dan Muslim][1]
“.Tiada seorangpun yang dilahirkan kecuali dilahirkan pada fithrah (Islam)nya. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi”. [HR. al-Bukhâri dan Muslim][1]
Kemudian masyarakat dan juga sekolah sehingga
tanggungjawab pendidikan Negara bukan hanya disekolah saja akan tetapi
dimasyarakat luas, tetapi nampaknya hal ini belum terjangkau dengan baik,
pendidikan dipedesaan masih didominasi oleh tokoh-tokoh Agama yang dengan
ikhlash mendidik masyarakat agar lebih baik, inilah yang seharusnya
diperhatikan oleh pemerintah bersama-sama masyarakat berlomba-lomba dalam
kebaikan (fastabiqul khoirot).
Disisi lain dalam kualitas pendidikan
sekolah tentang tingkah-laku juga masih belum maksimal, masih banyak
kecurangan-kecurangan yang dilakukan siswa dalam hal tugas sekolah, ulangan dan
lain-lain. Hal ini jika tidak serius diperhatikan dalam pendidikan sekolah akan
terjadi hal yang fatal yang mengakibatkan siswa-siswa terbiasa dengan
kecurangan.
Mungkin itulah yang menyebabkan
kualitas pemimpin negeri ini sangat rendah dalam tingkah-laku meskipun
pendidikan secara title mereka tinggi professor dll, akan tetapi karena
pendidikan moral dikeluarga, masyarakat dan sekolah rendah mengakibatkan mereka
memiliki rendah mutu dan menghancurkan negeri ini.
Wallohu A’lam bissowabb………..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar