Sabtu, 01 November 2014

PENDIDIKAN NEGARA


Alhamdulillah segala puji bagi Allah yg telah memberikan ni’mat sehat dan sempat kepada kita ni’mat inilah yang telah banyak dilalaikan manusia. Aku bersaksi tiada Tuhan yg wajib disembah kecuali Allah. Tiada sekutu baginya. Dialah yg memiliki kerajaan langit dan bumi. Dan aku bersaksi bahwa Nabi Muhammad saw adl utusan Allah. Semoga shalawat dan salam selalu tercurahkan kepadanya kepada sahabat dan kepada kerabatnya.
Masyarakat nampaknya sudah sangat jenuh dengan realita yang dilakukan sebagian actor pemimpin negeri ini yang selalu berganti-ganti semenjak orde baru sampai sekarang yang berusaha menghancurkan negeri ini dengan memakan kekayaan milik rakyatnya sendiri. Adanya KPK pun nampaknya belum membuat jera tikus-tikus negeri ini.
Begitu besar harapan yang muncul dari berbagai elemen masyarakat kepada sosok presiden yang baru seakan akan membawa fisi reformasi yang begitu besarnya dan siap menghadapi badai yang menerjang kapan saja.
Apakah penyelesaian kebejatan perilaku sebagian pemimpin negeri ini hanya cukup dengan hukuman bagi pelaku saja?, tentu saja tidak, pelaku hanyalah akibat dari suatu proses dan yang jauh lebih penting adalah bagaimana membuat suatu prose itu semaksimal mungkin meskipun banyak hambatanya, sebagaimana yang telah dituturkan Aristoteles:  “Akar dari pendidikan adalah pahit, namun buahnya manis”.
Dengan demikian haruslah menjadikan manusia-manusia super dinegeri ini semenjak dini dengan pendidikan yang terbaik dimulai dari keluarga, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“.Tiada seorangpun yang dilahirkan kecuali dilahirkan pada fithrah (Islam)nya. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi”. [HR. al-Bukhâri dan Muslim][1]
 Kemudian masyarakat dan juga sekolah sehingga tanggungjawab pendidikan Negara bukan hanya disekolah saja akan tetapi dimasyarakat luas, tetapi nampaknya hal ini belum terjangkau dengan baik, pendidikan dipedesaan masih didominasi oleh tokoh-tokoh Agama yang dengan ikhlash mendidik masyarakat agar lebih baik, inilah yang seharusnya diperhatikan oleh pemerintah bersama-sama masyarakat berlomba-lomba dalam kebaikan (fastabiqul khoirot).
Disisi lain dalam kualitas pendidikan sekolah tentang tingkah-laku juga masih belum maksimal, masih banyak kecurangan-kecurangan yang dilakukan siswa dalam hal tugas sekolah, ulangan dan lain-lain. Hal ini jika tidak serius diperhatikan dalam pendidikan sekolah akan terjadi hal yang fatal yang mengakibatkan siswa-siswa terbiasa dengan kecurangan.
Mungkin itulah yang menyebabkan kualitas pemimpin negeri ini sangat rendah dalam tingkah-laku meskipun pendidikan secara title mereka tinggi professor dll, akan tetapi karena pendidikan moral dikeluarga, masyarakat dan sekolah rendah mengakibatkan mereka memiliki rendah mutu dan menghancurkan negeri ini.
Wallohu A’lam bissowabb………..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar