ISLAM DAN TOLERANSI
Surga
merupakan tujuan seluruh umat Islam untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki,
para pemikir Islam sejak dulu selalu memikirkan bagaimana cara untuk mencapai
tujuan hakiki tersebut, sehingga munculah madzhab-madzhab maupun firqah-firqah
Islam yang semuanya memiliki cara pandang berbeda-beda sehingga Islam saat ini
banyak aliran dan juga banyak pemahaman, memang sungguh amat benarlah apa yang
telah disinyalkan oleh pereformasi terbesar dunia ini yaitu nabi Muhammad SAW
dengan sabdanya:
“Umat
Yahudi berpecah menjadi tujuh puluh satu golongan, satu golongan di jannah
sedangkan tujuh puluh golongan di naar. Umat Nasrani berpecah menjadi tujuh
puluh dua golongan, tujuh puluh satu golongan di naar sedangkan satu golongan
di jannah. Demi Allah, yang jiwaku di tangan-Nya, umatku akan berpecah menjadi
tujuh puluh tiga golongan, satu golongan di jannah sedangkan tujuh puluh dua
golongan di naar”.( Ibnul Qayyim, ighasatul Lahfan Min Mashayid Asy-Syaithan,
I/70 )
Firqah atau sekte adalah perbedaan
pendapat didalam Aqidah Islam / dasar Islam, contohnya:
1. Mu’tazilah
Sejarah munculnya mu’tazilah kelompok ini
muncul di kota Bashrah ( IraQ ), pada abad ke – 2 Hijriyah , antara tahun 105 – 110 H , tepatnya pada masa pemerintahan
khalifah Abdul Malik Bin Marwan dan khalifa Hisyam
Bin Abdul Malik. Pelopornya adalah seorang penduduk Bashrah mantan murid
Al-Hasan Al-Bashri yang bernama Washil bin Atha’ Al-Makhzumi Al-Ghozzal . nah
kemunculan ini adalah karena Wasil bin Atha’ berpendapat bahwa muslim berdosa
besar bukan mukmin dan bukan kafir yang berarti ia fasik. Imam Hasan al-Bashri
berpendapat mukmin berdosa besar masih berstatus mukmin. Inilah awal kemunculan
paham ini dikarenakan perselisihan tersebut antar murid dan Guru , dan akhirnya
golongan mu’tazilah pun dinisbahkan kepadanya. Seiring dengan bergulirnya
waktu, kelompok Mu’tazilah semakin berkembang dengan sekian banyak sektenya.
Hingga kemudian para dedengkot mereka mendalami buku-buku filsafat yang banyak
tersebar di masa khalifah Al-Makmun. Maka sejak saat itulah manhaj mereka
benar-benar terwarnai oleh manhaj ahli kalam
2. Syi’ah
Dilihat dari bahasa berarti pengikut, pendukung, partai,
atau kelompok, sedangkan secara terminologis adalah sebagian kaum muslim
yang dalam bidang spiritual dan keagamaannya selalu merujuk pada keturunan Nabi
Muhammad Saw. atau orang yang disebut sebagai ahl al-bait. Poin penting dalam
doktrin Syi’ah adalah pernyataan bahwa segala petunjuk agama itu bersumber dari
ahl al-bait. Mereka menolak petunjuk-petunjuk keagamaan dari para
sahabat yang bukan ahl al-bait atau para pengikutnya.
Menurut Thabathabai,
istilah Syi’ah untuk pertama kalinya ditujukan pada para pengikut Ali (Syi’ah
Ali), pemimpin pertama ahl al-bait pada masa Nabi Muhammad Saw. para
pengikut Ali yang disebut Syi’ah itu di antaranya adalah Abu Dzar Al- Ghiffari,
Miqad bin Al-Aswad, dan Ammar bin Yasir.
3. Sebagai reaksi
dari firqah yang sesat, maka pada akhir abad ke 3 H timbullah golongan yang
dikenali sebagai Ahlussunnah wal Jamaah yang dipimpin oleh 2 orang ulama besar
dalam Usuluddin yaitu Syeikh Abu Hassan Ali Al Asy’ari dan Syeikh Abu Mansur Al
Maturidi. Perkataan Ahlussunnah wal Jamaah kadang-kadang disebut sebagai
Ahlussunnah saja atau Sunni saja dan kadang-kadang disebut Asy’ari atau
Asya’irah dikaitkan dengan ulama besarnya yang pertama yaitu Abu Hassan Ali
Asy’ari.
Aliran Al-Maturidiyah adalah sebuh aliran yang tidak jauh berbeda dengan aliran al-Asy'ariyah. Keduanya lahir sebagai bentuk pembelaan terhadap sunnah. Bila aliran al-Asy'ariyah berkembang di Basrah maka aliran al-Maturidiyah berkembang di Samargand.
Aliran Al-Maturidiyah adalah sebuh aliran yang tidak jauh berbeda dengan aliran al-Asy'ariyah. Keduanya lahir sebagai bentuk pembelaan terhadap sunnah. Bila aliran al-Asy'ariyah berkembang di Basrah maka aliran al-Maturidiyah berkembang di Samargand.
Madzhab adalah perbedaan pendapat
Islam didalam ibadah/cabang/fiqh, contohnya:
a.
Mazhab Hanafi
Mazhab Hanafi diasaskan oleh Nu’man
bin Tsabit. Beliau lahir pada tahun 80 Hijrah. Beliau adalah seorang berjiwa
besar dan berakhlak tinggi. Beliau seorang yang bijak dalam ilmu pengetahuan.
Cekap memberikan satu-satu keputusan bagi masalah yang dihadapi.
b.
Mazhab Maliki
Beliau
lahir di kota Madinah pada tahun 93 hijrah.
Imam
Malik dilahirkan 13 tahun selepas kelahiran Imam Abu Hanifah. Sewaktu hidupnya,
Iman Malik mengalami dua corak pemerintahan iaitu Ummaiyah dan
Abbasiyah, di mana pertelingkahan sengit dua pemerintahan sering berlaku.Pada
masa itu juga pengaruh ilmu pengetahuan Arab, Parsi dan Hindi tumbuh dengan
suburnya di kalangan masyarakat. Iman Malik menghafaz al-Quran dan hadis
Rasulullah. Ingatannya sangat kuat. Beliau mendengar hadis daripada guru.
Kemudian terus disimpulkan tali bagi menyenangkan perhitungan bilangan hadis
yang pelajarinya.
c.
Mazhab Syafie
Mazhab
Syafie diasaskan oleh Muhamad bin Idris Al-Syafie. Beliau dilahirkan pada tahun
150 hijrah di sebuah bandar yang bernama Ghizah di Palestin.
Inilah
tarikh paling masyhur dikalangan ahli sejarah.
Imam
Syafie adalah keturunan Bani Hashim dan Abdul Mutalib. Keturunannya bertemu
dengan keturunan Rasulullah di sebelah datuk Baginda iaitu Abdul Manaf.
Beliau
seorang miskin, tetapi kaya dengan semangat dan bercita-cita tinggi dalam
menuntut ilmu.
d.
Mazhab
Hanbali
Pengasas
mazhab Hanbali ialah Ahmad bin Mohamad bin Hanbal. Beliau lahir di bandar
Baghdad pada tahun 164 hijrah.
Ibnu
Hanbal dari keluarga miskin. Sewaktu bapanya meninggal dunia, keluarganya tidak
ditinggalkan harta yang banyak kecuali sebuah rumah kecil yang didiaminya.
Untuk menampung kehidupan, beliau terpaksa bekerja di kedai jahit.
Ibnu
Hanbal menuntut ilmu sepanjang hayatnya. Beliau mempelajari hadis hingga
menjadi seorang imam.
Seseorang
pernah berkata kepadanya: “Sampai bilakah engkau hendak menuntut ilmu? Padahal
engkau sudah mencapai darjat paling tinggi dan engkau telah menjadi imam bagi
seluruh umat Islam?”
Demikianlah sekelumit contoh dari
madzhab dan firqah dalam Islam dan tentunya masih banyak lagi sesuai yang
dinyatakan rosulullah SAW diatas, yang sekarang sudah berkembang pesat didunia
ini.
Sodara Islam sekarang sungguh memprihatinkan
sekali, dari perkembangan pendapat itu memunculkan berbagai konfik, seperti
kekerasan yang dialami beberapa aliran Islam. Hal inilah yang harus dipikirkan
semua kaum muslim dari berbagi pihak, masing masing kelompok harusnya saling
intropeksi diri, cukup memperbaiki diri dan golonganya terlebih dahulu,Merujuklah
kepada Al-Qur’an dan Al-Hadist sebagaimana yang telah di perintahkan Tuhan yang
esa agama ini yaitu Allah SWT, jika tidak mungkin kehancuran umat Islam yang
akan terjadi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar